10 Des 2012

Pesona Pantai Teleng Ria Pacitan Part 1



Ponorogo, 10 Desember 2012

Perjalanan ke Pacitan, Minggu 9 Desember 2012
Kesibukan suamiku dan kedua sahabatku di kantor dengan rutinitasnya yang teramat padat dan membosankan menjadikan kami jarang bisa refreshing bersama. Sering terbesit dalam angan, kami ingin mencari hiburan yang meyejukkan mata untuk melepas penat dan menenangkan hati yang galau ini (*sama-sama mikir kami belum dianugrahi buah hati yang alim dan sholeh*).


Seftyan, Lovely Hubby Action di Teleng Ria Pacitan
Dolan bareng yang sudah lama kami nantikan ini, begitu sangat menyenangkan. Mengingat, beberapa kali sama teman-teman ingin bepergian bersama tapi ndak jadi juga. Tanpa rencana, pagi terima sms, justru kami langsung nekad berangkat. Wah mantab ! Sama seperti beberapa waktu lalu, saat kami berempat menuju Solo, Jawa Tengah. Saya dengan suami, beserta dua teman kami, Andris dan istrinya, Dwi.


Pacitan, Kota 1001 Goa
Kabupaten Pacitan memang terkenal memiliki keindahan obyek wisata. Tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki keunggulan dari hamparan laut yang berada di kawasan Samudera Indonesia. Ada 17 pantai di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri di setiap obyek wisata pantai tersebut. Selain pantai, juga terdapat banyak Goa (Gua) sehingga Pacitan juga disebut “Kota 1001 Goa” dan Hot Spring (Pemandian Air Panas)


Begitu banyak tempat wisata yang menarik di Pacitan sehingga wisatawan tidak akan kehabisan ide untuk bersenang-senang. Mulai dari surfing, berenang, snorkelling, susur pantai, caving, menikmati sunset, camping, wisata kuliner hingga mandi air panas di hot spring. 


Perbukitan Longsor
Dari Ponorogo, kami langsung bertolak ke Pacitan Kota mengendarai sepeda motor melewati Kecamatan Slahung. Jalan perbatasan kedua Kabupaten  ini meliuk-liuk, menikung dan ekstrim. Seru sekali bepergian bersama suami tercinta, tangan harus melingkar di pinggang hehe, tapi tetap harus ekstra hati-hati melewati area ini. Pacitan dikelilingi bukit, jadi medan terlalu berbahaya untuk perjalanan malam. Dulu di saat musim hujan ke sini, sering terdapat tanah yang ambrol (longsor) dan pohon tumbang dari atas, pernah pula jembatannya rusak karena tergerus banjir dan jalur ini pun lumpuh. Sungguh kasihan penduduk yang berada di sini saat itu. Karena Pacitan perbatasan (bagian timur) dekat dengan Ponorogo, daripada ke kota Pacitan. 

Setelah memasuki wilayah Pacitan, mantab ... sekarang jalannya sudah lebar dan halus. Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang masih sempit dan terdapat reruntuhan tanah yang semakin mempersempit jalan. Yah, tak terasa sepagi ini kami telah sampai di Pacitan, Jawa Timur

Sungai Grindulu
Jalan beraspal yang kami lewati dibangun tepat di pinggir sungai yang selalu menjadi latar belakang jalanan sepanjang pegunungan ini dan itu sungguh indah, sangat cantik alami. Keindahan alam jalanan sepanjang Pacitan-Ponorogo ini hijau, bersamaan itu kami juga menyusuri Sungai Grindulu berasal dari Gunung Wilis yang membentang dari Desa Gemaharjo, Kebondalem, Tegalombo menuju muara laut di Pacitan.


Saya semakin memegang erat pinggang suami, terlebih saat berpapasan dengan mobil atau bus dan kami berada di kiri jalan, yang sama sekali tak ada pagar pengaman, hanya ada tong batas yang besar. Woooow.. benar-benar memacu adrenalin.

  Pantai Teleng Ria 

Suasana masih pagi dan kami berempat berhenti sebentar mengisi perut yang sudah berdemo “lapar” dan harus diisi. Kami pun menikmati sarapan aneka sayuran, daging dan ikan di warung makan yang berada di jalan masuk menuju Pantai Teleng Ria yang berada 3 km dari pusat kota dan kami tempuh 5 menit dari kota. Alhamdulillah harganya pun relatif murah.


Kami bergegas membeli tiket yang dulunya Rp 3000/orang saat tahun 2008 kini naik seharga Rp 5.000/orang dan Rp.2000,-/ kendaraan roda dua Rp.10.000,- untuk mobil atau bis. Kenaikan ini karena Swastanisasi Pantai Teleng Ria yang dilakukan Pemkab Pacitan kepada PT. EL. John Tirta Emas Wisata, investor yang berhasil menyulap kawasan wisata di Bangka Belitung. Hal ini terus memicu perselisihan dengan warga masyarakat disekitar Pantai. Terlebih saat event-event tertentu, harga tiketnya bisa naik sampai Rp. 10 ribu/orang. Mahal juga yach.Kami segera masuk karena masih banyak tujuan dalam satu hari ini.

Pantai Teleng Ria merupakan merupakan lautan yang menjorok ke darat atau biasa disebut teluk. Pantai ini juga dalam jajaran / deretan Pantai Selatan dengan luas pasir putih sepanjang sekitar 3 km. Pantai ini diapit pegunungan, di sebelah kanan maupun kirinya, ada dua dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan kapur Selatan yang membujur dari Gunung Kidul ke Trenggalek, menghadap Samudera Indonesia. Sehingga menurut para nelayan, pantai ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. 



Aksesnya sangat  mudah di jangkau oleh wisatawan dibanding dengan pantai-pantai lain yang ada di Pacitan, jalan halus karena dekat kota sehingga sudah berkali-kali saya ke sini. Pantai ini mempunyai hamparan pasir cokelat dan menjadi spot berenang yang asyik. Tapi sayang, saya tidak suka dengan bau amis dan kotornya pantai saat itu, apalagi dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan di pinggir pantai.  


Lalu lalang kapal-kapal dagang atau kapal-kapal ikan di pelabuhan yang berada di sisi barat kawasan Pantai Teleng Ria menjadikan suasana di sekitar Pantai Teleng Ria lebih ramai. Kita dapat membeli ikan segar hasil tangkapan nelayan secara langsung atau sekadar

melihat-lihat kapal nelayan yang bersandar. Selain itu ada juga tempat pengolahan terasi, jadi jangan heran bila menemukan ikan-ikan kecil yang kering dijemur sebagai bahan dasar terasi.


Tepat di sebelum bibir pantai ditanam tetumbuhan yang difungsikan sebagai sabuk pantai.Garis pantai yang panjang dan luas membuat pengunjung leluasa untuk berlari dan berkejar-kejaran.

Saat itu ombaknya terlalu besar, sehingga beberapa petugas memperingatkan wisatawan dengan meniup peluit.  



Di sini juga dipasang papan peringatan larangan sebagai himbauan kepada para pengunjung untuk berhati-hati saat berenang dan agar tidak berenang di titik tertentu serta menghindari sengatan ubur-ubur beracun. Hal ini terkait antara bulan Juni - Agustus pantai Teleng Ria menjadi tempat migrasi kelompok ubur-ubur, namun kita perlu hati-hati karena bisa tersengat oleh ubur-ubur tersebut. 




Di tepian pantai kami menemukan Surfing Center, tempat penyewaan papan selancar dan tim keamanan yang selalu siap menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan berselancar. Pos-pos life guard ada di beberapa titik. Kami juga sempat melihat baywatch-nya. Ada juga sebuah life guard tower, tempat penjaga pantai mengawasi dan memastikan keselamatan para pengunjung. Kita memang harus hati-hati dengan ombaknya, karena hampir tiap tahun ada saja wisatawan yang terseret ombak. 

Sambil menikmati dingin-hangatnya air pantai, kami berempat asyik berphoto menikmati indahnya pantai. Meskipun matahari semakin menyengat, tak mampu untuk menyurutkan langkah para wisatawan untuk menikmati suasana pantai. Udaranya masih terasa sejuk layaknya hembusan angin pegunungan.


Di sana juga disewakan perahu untuk mengelilingi dan menuju tengah laut, tapi suami phobia sama “tengah laut” jadinya takut naik perahu. Kami hanya bisa nangkring di atasnya numpang narsis di pinggir pantai hehe.


Titanic ala Prau Gethek
Sungguh menyenangkan sekali, bagaikan masa kecil kurang bahagia hehe. Seperti anak kecil yang bergelayut manja, para suami pun menggendong kami, istri tercinta meskipun berat. Duh, bahagia rasanya menikmati moment langka seperti ini.


Kami juga melihat nelayan yang melayangkan jaring dan melebarkannya agar ikan yang didapat lebih banyak.


Sayang sekali, kondisi Pantai Teleng Ria kurang bersih, terdapat banyak sampah di sekitar pantai. Bisa jadi, kurangnya pengelola petugas kebersihan atau kesadaran wisatawan kurang. Banyak orang yang buang sampah sembarangan. Dan ini harus ditekankan, diberi sangsi misalnya, agar tidak ada sampah makanan, pampers, bungkus makanan, ranting pepohonan dan sampah lainnya yang berserakan.


Pantai ini memiliki ombak menengah yang cukup mendukung untuk kegiatan selancar, khususnya bagi pemula. Usai berenang kita dapat mendatangi kamar bilas yang dibangun di pinggir sepanjang pantai dengan tarif sekitar Rp 2.000 saja.


Fasilitas di sana cukup memadai. Tempat parkirnya luas, ada mushola, berikut deretan kios-kios penjaja makanan/minuman yang menawarkan berbagai macam menu, penjual oleh-oleh makanan dan cindera mata / souvenir, juga penjaja makanan yang menjual ikan asap dan beragam hasil laut lainnya. Kami pun juga membeli oleh-oleh sale pisang khas Pacitan, ikan asap, udang dan lainnya.



Teleng Ria juga dilengkapi dengan wahana water
park dan play ground, arena bermain untuk anak, kolam renang , juga penginapan sehingga sangat cocok untuk wisata keluarga. Jumlah kamar yang tersedia di sini masih sangat minim. Sehingga terkadang tak sedikit pengunjung yang mencari penginapan di sekitar kota Pacitan (di luar area pantai) terutama di saat ramai. 


Terdapat pula Restaurant atau café yang menyediakan menu masakan yang berbeda-beda. Masakan khasnya berupa seafood dan makanan daerah setempat. Untuk restaurant buka kapan saja dan untuk café biasanya buka hanya pada malam hari. 


Kami juga melewati camping ground serta panggung Bonggo Budoyo untuk  acara budaya, event kebudayaan daerah setempat. Saat itu hari Minggu, dan digunakan untuk hiburan dangdut. Area Bumi Perkemahan (Pancer Door) yang luas, bisa menampung banyak orang menjadikan Pantai Teleng Ria pernah dijadikan sebagai tempat berkemah se-Indonesia. 


Dan sayang, tempat untuk istirahat (duduk, mirip cangkruk) di samping jalan beraspal dekat pantai pun penuh coretan-coretan anak muda yang usil mengekspresikan hasil tangannya. 


Perjalanan kami lanjutkan. Sebenarnya ingin pula kami ke Goa Gong dan Goa Tabuhan tapi kami lebih memilih pantai yang mengasyikkan karena waktu libur hanya sehari ini, dan besok harus bekerja kembali. Wah, dilema. Akhirnya setelah merangkak ke atas, kami melewati jalan berkelok-kelok naik turun dan banyak tikungan. Di tengah perjalanan, menjumpai Masjid yang adem dengan suasana pegunungan. Kami sholat dhuhur di sana, saat berwudhu dingin sekali airnya, cessss ... cesss kulitku merinding teringat saat musim dingin di Taiwan, air pun dingin seperti es.

Berlanjut ke perjalanan berikutnya, Pantai sebelum Klayar

13 Okt 2011

Tips ! Belanja di Online Shop? Siapa Takut !

Tips ! Belanja di Online Shop? Siapa Takut !



Assalamu'alaykum wr wb Bunda Sista ... iLuFa Shop datang bagi2 hongpau, eh tips maksudnya. Berikut pengalaman customer kami :

  • Santi : Dua hari yang lalu, aku mendapat kiriman dari iLuFa Shop lho Ris .
  • Riska : Apa sich , iLuFa Shop ? Beli apaan ?
  • Santi : Yap! Aku belanja via online di FB, terus disambungkan ke WA dan BB. Asyik banget banyak teman lho Ris, aku beli Irina Maxy dan jilbab Hana yang  lagi ngetrend saat ini.
  • Riska : Apa kamu ndak takut tertipu ? Uang ditransfer dan barang tak dikirim ?
  • Sinta : Ah kamu Ris, kuno bener sich. Kan sekarang lagi menjamur OL shop di FB yang dikelola oleh muda-mudi yang ingin menjadi pengusaha, sekalian menghemat waktu dan tenaga, lagipula barangnya bagus-bagus, baju untuk anakku juga lucu-lucu dan imut-imut wah bener lho. Ini buktinya, jilbab ala Hana, jilbab Rosi untuk anakku dan Irina maxy-nya    bagus khan kainnya ? Makanya kuputuskan saja membelinya, apalagi kalau ada tulisan   “limited edition” atau “diskon..%”, atau “buy1 get 1″, atau “di album ini 100 rb dapet 3″ :D hehe . 
  • Riska : aH , Masa sih San ... asyik bener kayaknya . 
  • Santi : Bener Ris, Kalo kamu takut, Mau tahu Rahasianya, nich aku kasih resep dan tipsnya hehe lebay .

=> Itu adalah percakapan dua orang sahabat Mami cantik, modis, wanita super sibuk "Santi dan Riska" di sela-sela waktu istirahat mereka bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit .

Karena kesukaan Santi "cinta belanja via online" , ada beberapa orang yang tanya sama Santi, “mang ga takut belanja onlen San? Nanti kalo ketipu gimana?”, “kalo barangnya beda gimana? Bla bla bla”.
Wajar aja kok sista kalo banyak yang nanya gitu, secara gitu loh karena kalau belanja online kita ga liat langsung barangnya, ga pegang bahannya, dan ga bisa bolak-balikin barangnya.

Naah untuk meminimalisir “kekecewaan” kalo sekali-kali kita beli di online shop yang ga sesuai dengan apa diharapkan, ini tips-tips bagaimana belanja di online shop (khususnya baju) untuk meminimalkan “kekecewaan” berdasarkan pengalaman beberapa customer selama belanja di toko online seperti iLuFa Shop kami. cekidot  sista !


                                                TIPS BELANJA ONLINE

1. Baca Keterangannya.
Yang pertama kali harus kita lihat itu keterangan yang pasti ada di gambar atau kolom keterangan gambar. Harus teliti yah. Biasanya di keterangan ini suka ditulis harga, ukuran, jenis bahan, cara komen, cara mesen bajunya, cara bertanya, dan mereka juga biasanya mencantumkan langsung nomor HP, Pin BB, YM, atau nomor lainnya yang bisa dihubungi.
Contoh :  Lihat di postingan iLuFa Shop


2. Harus bawel
He’eh. Maksudnya sih kita harus banyak nanya ma pemiliknya. Lebih komunikatif dengan barang inceran kita :) Tanyain aja mulai dari Lingkar dada, ukuran fit nya sampai berapa. Harga ongkirnya berapa, jenis bahannya, panjang bajunya, model tangannya. Tanyain aja semua hal-hal yang mau kamu tanyain yang BELOM ada di keterangan gambarnya. Selama kita sopan dan sabar dalam bertanya, OL Shop akan melayani kita kok . :)
Tanya aja pada iLuFa Shop, asal kami tidak sedang sibuk full kita layani kok, asal tanya baik-baik dan sabar yah sista hehe :P


3. Kenali jenis bahannya
Mau belanja online pastinya kita harus tau jenis bahannya apa. Secara kita ga bisa meraba-raba dan megang langsung. Kalau ga ada di keterangan gambarnya, tanyain aja di komen atau sms atau BBM. Nah, biasanya bahan-bahan yang umum dijual dalam online shop itu kaya bahan katun, rayon, spandex, spandex satin, satin, knit, katun korea, hycon, dll.
Kalo katun, udah pasti kita tahu yah. Bahan yang nyerep keringat dan enak. kalo rayon itu jenis bahannya agak panas kalau dipake tapi tergantung cuaca dan jenis model baju lho kan bagus dilihatnya , kalau satin yang halus-halus mengkilat mirip sutra tapi beda. Kalau spandex bahannya biasanya mengikuti bentuk tubuh. Spandex satin itu mengikuti bentuk tubuh dan mengkilat bahannya dan halus. Knit itu jenis bahan yang biasanya dibikin untuk sweater atau cardigan.  

Tips: buat yang berbadan besar dan berisi, hindari pakaian jenis spandex. Soalnya akan membentuk tubuh kita bgt. Gak mau kan niatnya gaya tapi kita ga nyaman dengan memakai baju yang ngetat. Bukannya trendi malah jadi bahan “olok-olokan”. Boleh aja ko beli bahan spandex asalkan bajunya itu memang ada ukuran agak besar alias kita pas makainya bukan ngetat lho :). Kalau ukuran tubuh kamu proporsional. Selamat! kamu bisa memakai baju dengan jenis bahan apa pun! Asyiiiik dech

4. Jangan takut dan males untuk liat-liat referensi di online shop lain
Ini yang penting juga. Kita kudu rajin nyari-nyari referensi di OL shop lain ttg harga. Soalnya ada beberapa toko OL shop yang harganya beda jauh sampai 40rb, ada juga yang beda 10rb. Padahal kualitas, jenis bahan, dan modelnya sama. Tapi kalau kamu memang sudah percaya sama toko tersebut, ga masalah kalau mau “hajar” beli di situ ko :) karena terkadang harga yang rendah atau tinggi itu yang mencurigakan, takutnya malah PHP alias Pemberi Harapan Palsu dan penipu

5. Kenali bentuk tubuh dan ukuran tubuh
Ini udah wajib banget tau bentuk tubuh kita. Gak mau dong udah beli eh ternyata kebesaran atau kekecilan. Mending kalau kebesaran bisa dikecilin, lah kalo kekecilan? :( Naah, daripada nyesel, mending bener2 kenalin. Yang dasarnya harus b kita ngenalin.
Misalnya, ukuran baju kita L dan celana kita 30. Itu udah patokan bgt kamu milih2 baju yang mau dibeli di OL shop. Jadi kalau di keterangan baju itu ada tulisan “Fit to M”, bye-bye aja deh. Cari koleksi lainnya yang pas ya sista :)
Selain ukuran dasar, kita juga kudu wajib tau namanya ukuran lingkar-lingkar badan. Mulai dari lingkar dada (LD), lingkar pinggang(LP), sampai lingkar lengan. Kalau kamu kurang yakin sama tulisan “Fit to…” kamu bisa tanyain, ke pemiliknya baju ini fit maksimal utk LD berapa. Mereka akan ngasi tau kita ko :)
Contoh liat di iLuFa Shop.
Tips :  kalo kamu punya LD 96, lebih baik kamu tanya apakah baju inceran kamu muat sampa LD 100. Kalo iya, berarti maksimal baju itu muat mentok sampai LD 100 dan kamu masih bisa “bernapas” apabila jadi membeli baju itu :)

6. Liat testimoni customernya
Ini penting juga. karena semakin banyak pembeli sebelum kita puas, berarti memang barang yang ditawarkan sama OL shop tersebut emang bagus dan sesuai dengan apa yang ditawarkan. :)

7. Kenali pemilik online shopnya
Itu jelas. Karena ada beberapa yang tidak memberitahu siapa pemiliknya dengan alasan privacy. Sah-sah aja tapi takutnya ujung dari “merahasiakan” identitas pemilik adalah penipuan. Tapi ada juga ko yang ga kaya gitu.
mau tahu identitas kami, japri yah WA ata BB kami


8. Kenali istilah-istilah dalam online shop, Cekidot di bawah yah Sobat iLuFa Shop



Ada beberapa istilah di OL shop (yang mungkin juga umum di dunia nyata ;)) yaitu : 

A. BOOKED NO CANCEL, artinya kalo kamu udah bilang booked, berarti kamu mesen dan JADI beli barang itu. jangan sampai kamu udah Booked terus kamu cancel, bisa ngamuk itu yang punyaOL shop :D dan bisa-bisa kamu di-blacklist sama pemiliknya dan ga akan dilayani lagi kalau kamu mau mesen2 lagi di OL shopnya. Biasanya kalau Booked = Transfer DP 50.000 atau sesuai berapa persen dari harga barangnya sebagai tanda jadi serius membeli barang

B. PO ALIAS PRE-ORDER. Kalau yang model beginian ini artinya barangnya belom ada di OL shopnya atau belom nyampe barangnya tapi udah dibuka untuk pemesanan. Nah biasanya barang PO ini barang impor2an gitu. Kalo udah mesen barang PO, berarti kamu harus meneguhkan diri untuk tidak cancel barang pesenannya. Biasanya jangka waktu untuk barang PO dari kamu pesen sampe dateng itu 1 atau 2 minggu. Mau beli barang PO, harus siap kesabaran yah say ...

C. NO HIT AND RUN. Kalau yang ini istilah untuk calon pembeli yang udah booked dan menjanjikan akan kirim transfer via bank pada tanggal dan jam yang sudah dijanjikan tapi calon pembeli itu tak kunjung memberi kabar sampai lebih dari 24jam. Nah, aturan ini diberlakukan agar calon pembeli bener-bener serius kalau mau beli. 

D. WL atau WAITING LIST. ini pasti udah banyak yang tau, artinya Ini berarti kalau calon pembeli yang sudah booked masih belum pasti mengenai pembayarannya. Jadi masih ada kesempatan buat kita untuk membelinya kalau-kalau yang udah booked ga jadi beli. :D

E. OPEN ORDER PUKUL.…..  Kalo yang ini berarti pemilik sudah membuat album khusus yang akan dijual dan kita bebas melihat-lihat dan menentukan mana yang akan menjadi inceran kita, terus pemilik OL shop akan menanggapi pesanan kita dari waktu yang udah mereka tentukan tersebut.

F. AVAIL = READY SIAP KIRIM. Nah avail ini kepanjangan dari available. Artinya barang yang masih tersedia dan yang bisa kamu pesan :).

G. SOLD OUT ATAU SOLD . Terjual. Artinya, kita udah ga ada harapan lagi membeli barang-barang itu kalau udah ada keterangan sold out-nya. Jadi ga usah ditanya pun pasti udah ga ada stocknya :( So, kita cari barang lain yang lucu lagi di album yang avail :D

H. RESTOCK. Ini artinya stok ulang. Jadi barang yang tadinya udah sold out di restock lagi jadi ada lagi stoknya. Asyiiikkk! Restock ini belum tentu ada tiap bulannya dan tiap barangnya. jadi kudu update mantengin di depan layar monitor kalo pingin bgt barang tersebut. Apalagi kalau barang tersebut hanya ada satu di dunia, murah, dan lucu! : D

9. Ingat, kalo kita beli di online shop. Kita juga bayar ongkos kirim.
Nah yang ini harus kita sadari benar-benar. Kalau kita mau beli barang di OL shop, kita harus bayar ongkirnya. Biasanya berkisar Rp 6000-Rp 7000 per kilo kalau posisi kita di Jakarta. Biaya ongkir ke tiap daerah pasti beda-beda. Jangan segan-segan untuk bertanya berapa ongkirnya ya.
Tips :  Kalau ternyata harga ongkirnya di atas Rp 10.000, mending kamu beli bajunya 2 -3 stel sekalian untuk menghemat biaya ongkir. Karena hitungan ongkir dihitung per 1 kg sama pos, JNE atau ekspedisi lainnya. Tapi kalo mau beli satu juga ga masalah. :) Itu pilihan lho sista

10. PERCAYA
Kalau kita udah bawel bertanya sama pemiliknya sampe salto dan jungkir balik, tindakan selanjutnya kita percaya. Nah kepercayaan ini tergantung dari kamunya sendiri, apakah kamu percaya dengan jawaban2 dari pemilik OL shopnya atau ga. Kalau kamu ragu lebih baik tinggalin aja. Selain itu, konsep dasar dari online shop itu adalah kepercayaan. Kepercayaan antara calon pembeli dengan pemilik OL shop dan kepercayaan antara pemilik OL Shop dengan calon pembeli. :)
Nah, udah buka-bukan gini ndak percaya juga sama iLuFa Shop, whats  …. Tega dech sista

11. HATI-HATI
Dimana pun dan kapan pun kita harus hati-hati biar kita bisa meminimalisir resiko yang datang. Begitu juga di OL shop. Kita jangan mudah tergiur dengan barang-barang yang lucu, pikirkan baik-baik sebelum membeli. Selain itu, membeli barang di OL shop berarti barang tersebut diantar ke rumah. Yakinkan dirimu kalau OL shop ini benar-benar terpercaya dan bukan siluman :).
Di luar dari tips and trik belanja di OL shop, kamu bebas memilih mau belanja di OL shop atau mau belanja langsung di toko-toko yang ada :D. Karena, mau belanja dimanapun, model apapun itu pilihan.
Semoga bermanfaat ya teman-teman agan sista semuaaa.

Selamat berbelanjaaa… :) Happy Shopping di iLuFa Shop
Terima kasih atas kepercayaan Agan Sista pada kami sampai saat ini,
Kepuasan Anda adalah Kebahagiaan kami
Jika Anda puas, beritahu teman Anda beritahu pada dunia
Bila Anda tak puas, beritahu kami aja ya ... 

Grosir Ecer Reseller Droship Welcome( menerima order untuk dalam dan luar negeri)

Serius Order :
nama + almt lengkap + no telp + nama barang, warna sms ke :
0852 3168 9797 
BBM  513933F6 ilufa
7EA9E0E8 sefty

Salam, Barokalloh
iLuFa Shop